Pendidikan Pancasila : Nilai Filosofis Persatuan Indonesia, Musyawarah, dan Keadilan

Pendidikan Pancasila : Nilai Filosofis Persatuan Indonesia, Musyawarah, dan Keadilan



Titik berangkat tema “Persatuan” bersumber dari permenungan manusia yg dilihat dari dua sisi: 

Personal: manusia dilahirkan merdeka

  • Sbg mahluk Personal (ditekankan dalam filsafat barat)

Sosial: manusia dilahirkan dalam kebersamaan 

  • Sbg mahluk Sosial (ditekankan dalam filsafat timur)

Sifat Persatuan :

  • Sementara
  • Abadi

Pengertian Persatuan

Konteks Indonesia yang multicultural, multireligiusitas, dsb, menjadikan tema persatuan menjadi penting.

Dalam KBBI: 1) Gabungan, ikatan, kumpulam beberapa bagian yang sudah bersatu, 2) perserikatan, serikat.

Tema persatuan dalam Indonesia muncul dari dua peristiwa :

  1. MANIFESTO POLITIK PARA PEMUDA PELAJAR DI NEGERI BELANDA
  2. SUMPAH PEMUDA INDONESIA.

Persatuan berkaitan erat dengan nasionalisme sebab rasa nasionalisme menguatkan persatuan. Maka, bicara persatuan berarti bicara nasionalisme, konsep negara dan Indonesia.


Nasionalisme



Sukarno : 

Nasionalisme adalah persatuan dari berbagai golongan, timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan, nasionalis yang menerima nasionalismenya sebagai suatu wahyu dan melaksanakan rasa itu sebagai suatu bakti.

Ernest Gellner dalam On Nationalism : 

Nationalism is Primarily a political principle, which holds that the political and national unit should be congruent

Benedict Enderson :

It is an imagined political community-and imagined as both inherently limited on sovereign

Anderson dan Gellner : 

Menekankan bahwa Nasionalisme adalah pencarian konstruksi ideologis untuk mempertegas garis antara identitas kultural dan negara dan menciptakan sebuah komunitas bersama yang mengikat semua secara baru.

Hatta :

Kebangsaan menuju pada pemerdekaan rakyat. Membangun kebangsaan atau nasionalisme adalah membangun kemanusiaan.

Sjahrir : 

Proyeksi kejiwaan dan semangat rendah diri dalam sikap kolonial antara penjajah dan kaum terjajah.


Kesimpulan dari berbagai pandangan:

Bangsa adalah satu kelompok masyarakat bila anggota-anggotanya secara tegas saling mengakui hak dan kewajiban masing-masing karena keanggotaan yang sama.

Ciri pokok nasionalisme : 

Kadaulatan penuh pada bangsa dan loyalitas rakyat pada bangsa.


Negara



Miriam Budiarjo : 

Suatu daerah territorial yang rakyatnya diperintah oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari warga negaranya ketaatan pada peraturan perundang-undangan melalui penguasaan dan control dari kekuasaan yang sah.

Indonesia 

Muncul sejak 1918. mengalami perubahan dari makna etnologis sampai pada makna politis. Menunjuk pada Indonesia sebagai negara, kata Indonesia mempunyai arti politis dan tujuan politik yang merangkum cita-cita dan harapan.


Dinamika Persatuan Indonesia



Kesadaran nasionalisme, kesatuan, kebangsaan Indoensia lahir dari realitas imperialisme, kolonialisme yang melahirkan perlawanan yang awalnya berasal dari wilayah tertentu lalu meluas ke berbagai wilayah.

Alatnya adalah, awalnya etno-religious (Agama dan etnisitas), muncul pula kelompok tani, dan didorong oleh kaum muda yang terdidik, baik di Hindia Belanda dan yang sedang menuntut ilmu di Belanda. Muncul berbagai bentuk perlawanan dari kaum terdidik dan kaum muda yang melahirkan sumpah pemuda, ini melahirkan rasa persatuan dan nasionalisme.


Menuju Negara-Bangsa

Melalui sejarah dinamika persatuan Indonesia, hakikat Indonesia adalah persatuan masa lampau dan inovasi ke depan dalam bidang, budaya, agama, etnis, sosial, sains. Tujuannya adalah menjadi negara-bangsa yang mengisyaratkan adanya keserasian antara unit kultural (bangsa) dengan unit politik (negara)


Tantangan Global

Arus global membawa dampak besar dalam bidang eknomi, politik, sosial, agama termasuk paham akan kebangsaan dan nasionalisme. Globalisme menghilangkan konsep teritorial bangsa. Apa yang dapat dilakukan ?

  • Kembali pada tujuan dan cita-cita bangsa merdeka.
  • Membangun kesadaran manusia sejati.
  • Membangun kesadaran kebersamaan sebagai bangsa dalam semangat saling menghormati terhadap kebebasan dan keberagaman.

Nilai Filosofis Sila Keempat



Sila keempat dapat dirumuskan dalam satu kata berarti DEMOKRASI

DEMOKRASI ?

Maka, perlu konsep civil society ( nilai kerakyatan, masyarakat beradab, madani ) sbg prasyarat dibangunnya negara demokrasi. Civil society sbg prasyarat artinya perlu mempersiapkan masyarakat yang demokratis, sebab demokrasi harus menyentuh, dialami setiap manusia Indonesia.


Prinsip Nilai

Prinsip nilai prasyarat masyarakat membentuk civil society dalam mencapai demokrasi sbg tujuan adalah:

  1. Kemandirian dan tanggungjawab individu
  2. Keterlibatan dan partisipasi dalam masyarakat
  3. Hubungan koorperatif antarindividu yang mandiri dalam masyarakat

Untuk menjadi masyarakat beradab dan menguatkan Civil society, skema nilai ini mutlak perlu.


Tanggung Jawab

Tanggungjawab adalah ungkapan dari dalam diri yang keluar dalam bentuk tindakan karena sadar, tau dan mau akan pilihan. Keterlibatan, partisipasi ada dua: pasif yaitu sbg sekadar tanda persetujuan sbg warga negara dan aktif yaitu keterlibatan dalam ruang publik.

Hubungan koorperatif dirangkum dalam makna gotong royong, tanggungjawab social sebagai komunitas dan warga negara terhadap negara dan anggota lainya.

Ketiga nilai ini yang terkandung dalam civil society atau nilai kerakyatan, masyarakat beradab.


Pengertian civil society terletak dalam relasi spiral ketiga nilai

  • Kemandirian & tanggungjawab individu
  • Partisipasi aktif dan pasif
  • Hubungan kooperatif

Relasi : semakin mampu bertangungjawab maka mampu terlibat, mampu terlibat maka mampu menjalin relasi satu dengan yang lain, semakin mampu kooperatif maka semakin menegaskan tanggunggjawabnya sbg individu.


Civil Society dalam Pemikiran Filsuf



JOHN LOCKE

Masyarakat beradab sebagai masyarakat sipil Self-Discipline


KEYWORD


  1. Kepercayaan antar sesama bahwa Tuhan menciptakan manusia setara. 
  2. Masyarakat sipil adalah masyarakat beradab karena melindungi HAM. 
  3. Kontrak dan Konsensus sosial demi mengelola ketertiban dan keamanan



Bung Hatta

Masyarakat Kooperatif sebagai Masyarakat Sipil

Tradisi masyarakat desa dasar pemahaman masyarakat kooperatif. Masyarakat desa: mengedepankan aspek solidaritas dan gotong royong. Masyarakat kooperatif membutuhkan pemerintahan yang desentralistik. Harus ada penerapan otonomi daerah

Kedua aspek tersebut cerminan kemandirian dan tanggungjawab sosial. Dibutuhkan pendidikan masyarakat kooperatif



Bung Karno

Sistem kekeluargaan masyarakat desa sebagai masyarakat sipil

Model Barat berpusat pada kepentingan individu, hidup bersama diatur dalam kontrak sosial. Kekeluargaan masyarakat desa berpusat pada kohesi dan kepedulian sosial.

Kekeluargaan masyarakat desa dipimpin oleh dewan atau sesepuh. Sifat kepemimpinan mengarahkan dan melindungi kepentingan bersama dan individu dengan musyawarah. Kebebasan dan otonomi jalan meengarahkan kesadaran sosial dalam partisipasi aktif.



Soepomo 

Masyarakat integralistik sebagai perwujudan masyarakat sipil

Masyarakat integralistik adalah persatu-paduan yang diwujudkan oleh pemerintah dan warganya karena keduanya menjadi bagian yang tak terpisahkan. Gotong royong gambaran integralistik. Kosmologi Jawa: Manunggaling kawulo-Gusti. Persatuan antara pemimpin dan yang dipimpin

Tiap individu adalah bagian tak terpisah dari kelompok. Masyarakat sipil bukan tandingan negara pemerintah. Negara bukan ancaman bagi kebebasan dan otonomi individu

Pertanyaan

  1. Civil Society ( Masyarakat sipil ) mengacu pada kata kerakyatan, 3 syarat untuk membentuk civil society adalah... ? Dan apa hubungan ketiga nilai tersebut ?
  2. Rumusan konsep civil society telah dipikirkan oleh para filsuf, siapa saja dan keyword konsepnya ?
  3. Para founding fathers juga telah mencoba merumuskan konsep civil society, siapa saja dan keyword konsepnya ?

Nilai Filosofis Sila Kelima


Apa itu pengertian KEADILAN

Memberikan apa yg menjadi hak orang lain.

Dasar pemikiran: Keadilan berakar pada tuntutan hidup bersama berlandaskan hormat pada pihak lain, yg menyiratkan dimensi kebebasan dan pembebasan manusia.


KEADILAN MENURUT FOUNDING FATHERS

Sukarno : 

Berangkat dari konsep Ratu Adil yang memuat dimensi materil dan spiritual. Makna keadilan social dalam kaitan dengan Ratu Adil yang memuat dimensi materil spiritual :


  1. Kesejahteraan social, kondisi tiada kemiskinan.
  2. Keadilan Sosial, kondisi cukup sandang, pangan dan tak ada penghisapan.
  3. Marhaenisme, Rakyat kebanyakan (wong cilik), pendayagunaan potensi rakyat jelata.

Hatta : 

Untuk mencapai masyarakat yang adil dan sejahtera adalah bentuk perekonomian koperasi yang berasaskan pada prinsip kepemilikan bersama dan menekankan asas kekeluargaan. 

Sjahrir : 

Sosialisme kerakyatan. Sebab merangkum dimensi materil dan spiritual. Paham ini berasaskan pada rasa setia kawan (Socius: Sahabat). Sosialisme Sjahrir dicuragai sebagi komunisme meskipun gagasan sjahrir dekat dengan pemahaman Rawls (Fairnes).


Filsuf kontemporer tentang keadilan



John Rawls : Keadilan adalah fairness, konsep ini berangkat dari keyakinan adanya posisi asali manusia sebagai subjek moral yang mempunyai otonomi, kebebasan dan rasionalitas.

Prinsip keadilan Rawls : 


  • Semua orang mempunyai hak yang sama atas kebebasan dasar yang luas seluas kebebasan bagi semua orang. 
  • Ketimpangan social dan ekonomi mesti diatur sedemikian rupa agar, dapat memberikan keuntungan bagi semua orang dan semua posisi dan jabatan terbuka bagi semua orang.


Amartya Sen: berangkat dari kritik terhadap Rawls.


  • Pertama: bagi sen, Rasionalitas adalah intrumen (tools) menuju keadilan. 
  • Kedua, kritik sen terhadap konsep posisi asali Rawls, bagi sen, keadilan harus berangkat dari konteks tertentu dan memikirkan secara rasional kemungkinan perwujudannya, sehingga tidak terjebak pada idealisme. 
  • Ketiga, sen, menawarkan social choice. Kondisi adil bagi sen adalah kemampuan manusia untuk melakukan pilihan social yang riil. Ini tanda bahwa keadilan sungguh ada. 
  • Keempat, kaitan konsep opportunity dan kebebasan sebagai landasan keadilan. 
  • Kelima, kapabilitas sebagai puncak pemahaman tentang kebebasan. Kebebasan yang memungkinkan setiap individu mampu berkembang dan menentukan pilihan fundamental di antara tawaran yang ada dalam situasi hidup.

Dimensi-dimensi sila kelima

Konteks keadilan social hormat terhadap kemanusiaan. 
Sila kelima dalam Pancasila mempunyai dua pengertian:


  1. Berkaitan dengan dimensi social dan keadilan dalam kehidupan nasional. Keadilan harus menyentuh seluruh rakyat, artinya keadilan bukan milik sekelompok orang tertentu. 
  2. Ia mengacu pada masyarakat yang dapat menjadi subjek (pelaku) dan objek (sasaran) keadilan.

Tujuan sila kelima : 

menciptakan suatu struktur yang harmonis dan teratur dalam masyarakat yang menyediakan kesempatan bagi masyarakat agar bisa membangun komunitas yang adil dimana yang yang lemah dan miskin mendapat bantuan dari pemerintah.


Implikasi sila kelima

Hormat pada kebebasan orang lain. Kebebasan adalah prasyarat bagi keadilan social, batas kebebasan setiap orang adalah kebebasan orang lain yang berhenti ketika ia mengancam kebebasan orang lain. Akar ketidakadilan social adalah penyangkalan pada kebebasan orang lain.

Demi pembebasan manusia. Keadilan adalah demi pembebasan manusia dari situasi-situasi yang tidak adil yang berarti penyangkalan terhadap kebebasan manusia untuk mendapat hak untuk hidup sebagai manusia. Contoh, perbudakan, penjajahan. Silah kan cari perkara lain disekitarmu.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama